Senin, 10 Mei 2010

Jajanan Tadisional Khas Bogor yang Menyehatkan


Kue Klepon yang konon berasal dari Pulau Jawa ini bentuknya yang bulat, mungil, terbuat dari tepung beras ketan, diberi bubuk daun suji sehingga berwarna hijau dan diisi gula merah, untuk kemudian direbus dan disajikan dengan balutan kelapa parut. Rasanya, kombinasi antara gurih dan kejutan manis gula jawa di dalamnya. Saya yakin Anda pasti sama dengan saya ngga puas dengan mencoba satu biji kue klepon. Klepon-klepon ini tidak biasa. Bulatan-bulatan tepung beras ketan itu dibuat sebegitu kecil dan ketika terkena gigi taring kita, ledakan gula merah cair yang manis, akan menyemprot memenuhi seluruh rongga mulut pas untuk sekali suap. Tidak gampang loh membuat kue klepon yang kue tepung beras ketannya tipis dan gula merahnya itu nyemprot cair ketika tergigit. Bagi Anda yang tidak menyukai warna hijau atau ingin mencoba warna lain dari kue klepon ini bisa juga mengganti warna hijau dengan warna lain yang Anda sukai sesuai selera. Tetapi Anda juga tidak perlu takut akan pewarna kue klepon ini karena pewarna dari kue klepon ini terbuat dari daun suji dan daun pandan asli, tidak mengandung pewarna dan pemanis buatan. Ditempat kami tersedia berbagai jenis warna. Jadi jangan khawatir bagi Anda yang ingin mencoba berbagai macam warna karena warna yang kami buat terbuat dari pewarna alami dan tentunya dengan harga yang terjangkau. Disini kami juga tidak hanya menjual kue Klepon saja tetapi kami juga menjual aneka ragam makanan tradisional lainnya dari berbagai daerah di seluruh kota Bogor dengan resep asli tentunya, bukan hanya untuk sekedar cemilan tetapi juga sebagai panganan santapan makan sehari-hari. seperti halnya bubur Sagurangi dan bubur Jali khas Bogor yang di tambah dengan talas, Toge Goreng, Doclang, Nasi Uduk Bondongan, Combro, asinan gedong dalam, nasi tutug oncom, dan masih banyak lagi makanan tradisional lainnya yang bisa membuat Anda ketagihan untuk mencobanya.
Jadi, jangan ragu untuk mencoba dan membeli makanan-makanan tradisional khas kota Bogor buatan kami. Tak usah pedulikan dengan merek makanan yang lain , makanan ini enak dan sehatkok. Insya Allah Dijamin! So Buat temen-temen selamat mencoba . Beli yang banyak yuaa temen-temen ^_^




Alamat : Jl. H. Saptaji No. 19 Cilendek – Bogor Barat
Email : rina.rina.puspita@gmail.com

Modal Awal : Rp. 2.200.000,-
Sewa Tempat : Rp. 400.000,- (per bulan)
Alat-alat : Rp. 1.000.000,-
Listrik dan Air : Rp. 200.000,- (per bulan)

Pengeluaran Perhari
Bahan-bahan : Rp. 500.000,-
Lain-lain : Rp. 100.000,-

Pemasukan Bersih : Rp. 1.200.000,-
Laba : Rp. 600.000,- (perhari)
Laba : Rp. 18.000.000,- (perbulan)

Laba : Rp. 18.000.000,- (perbulan)
Sewa Tempat : Rp. 400.000,- (per bulan)
Listrik dan Air : Rp. 200.000,- (per bulan)
----------------------------------- (-)
Rp. 17.400.000,-


kelompok ::
Asri Handayani
Azizah
Istiqomatul Khoiriah
Nurul Azmi Fauziah
Rina Fatyani
Rina Puspita Sukandar
Riski Larasati Mas

Selasa, 04 Mei 2010

28 Juta Orang Indonesia Terkena Insomnia

Di posting dari detik.com


Sulit tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit tidur lagi, bangun dini hari serta tidak segar saat bangun pagi adalah gejala yang dialami penderita insomnia. Kondisi itu dialami 28 juta orang Indonesia. Apakah Anda salah satunya?

Data tersebut berdasarkan riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base tahun 2004 seperti dilansir dari cureresearch, Sabtu (1/5/2010).

Ketika penduduk Indonesia tahun 2004 berjumlah 238,452 juta ada sebanyak 28,053 juta orang Indonesia yang terkena insomnia atau sekitar 11,7%. Data ini hanya berdasarkan indikasi secara umum tidak memperhitungkan faktor genetik, budaya, lingkungan, sosial, ras. Jumlah ini bisa terus bertambah seiring dengan perubahan gaya hidup.

Data tersebut diamini oleh DR dr Nurmiati Amir, SpKJ(K) yang mengakui memang sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia mengalami kesulitan tidur. Ukuran normal untuk orang dewasa tidur adalah 6-7 jam. Tapi penderita insomnia kebanyakan tidur hanya 3-4 jam saja.

"Insomnia adalah salah satu kondisi medik yang sering ditemui namun tidak terdiagnosis sehingga tidak terobati dengan baik," kata DR Nurmiati dalam acara konferensi pers Tatalaksana Komprehensif Insomnia di hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (1/5/2010).

Padahal lanjut DR Nurmiati, jika kondisi ini terus saja dibiarkan dapat menurunkan kualitas hidupnya hingga berdampak memicu kecelakaan. Maka itu dibutuhkan terapi perilaku dan obat untuk menangani insomnia.

DR Nurmiati menambahkan ada tiga tipe dari insomnia, yaitu:

1. Insomnia transien, yaitu kesulitan tidur yang berlangsung kurang dari seminggu dan disebabkan oleh stres akut, perubahan jam kerja atau jet lag.
2. Insomnia jangka pendek, yaitu kesulitan tidur yang berlangsung selama 1-4 minggu dan disebabkan oleh stres terus menerus, penyakit akut atau obat-obatan tertentu.
3. Insomnia kronik, yaitu kesulitan tidur yang berlangsung lebih dari sebulan dan disebabkan oleh adanya gangguan kimia otak atau hormon serta gangguan psikiatri.


Dampak yang bisa ditimbulkan dari insomnia:

1. Keletihan
2. Meningkatkan risiko kecelakaan
3. Kurangnya produktivitas
4. Terganggunya hubungan sosial karena orang yang insomnia menjadi mudah tersinggung
5. Penurunan kesehatan fisik.


Diagnosa insomnia

Untuk mendiagnosis seseorang terkena insomnia atau tidak adalah menilai pasien secara lengkap baik fisik maupun psikologik. Pemeriksaan fisik meliputi tekanan darah, rematoid artritis, gangguan hormon, kolesterol, kadar gula dan lainnya. Sedangkan pemeriksaan psikologik meliputi depresi, kecemasan, gangguan kepribadian atau lainnya.

"Penyakit fisik atau psikologis yang mendasari insomnia harus diobati terlebih dahulu. Selanjutnya terapi farmakologi, misalnya memberikan obat-obatan yang aman dan efektif serta terapi non-farmakologi seperti cognitive behavioural theraphy (CBT)," ujar dokter dari staf psikiatri RSCM ini.

DR Nurmiati menuturkan terapi non-farmakologi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah:

1. Usahakan untuk bangun pagi secara teratur.
2. Pergi tidur saat sudah mengantuk.
3. Mengurangi tidur siang agar tidak mengganggu tidur malam.
4. Mempersiapkan tidur dengan lebih baik.
5. Menghindari stres emosi dan pekerjaan di tempat tidur.
6. Melakukan latihan relaksasi.


Obat dan psikoterapi diperlukan agar lebih memahami pasien sehingga proses penyembuhan bisa terjadi. Karenanya kombinasi antara farmakologi dengan CBT akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya farmakologi atau CBT saja.

Merasa Jijik Itu Baik Buat Kesehatan

Di posting dari detik.com


Melihat kotoran, bangkai atau makanan basi memicu rasa jijik dan ingin muntah. Sering merasa jijik seperti itu justru bagus buat kesehatan karena memotivasi perilaku untuk menghindari infeksi.

Jijik adalah perilaku reaktif dari tubuh yang sifatnya untuk mencegah. Perasaan jijik baik bagi tubuh karena bisa mencegah timbulnya masalah kesehatan yang lebih parah, seperti terjangkit kuman.

"Jijik adalah suatu bentuk tindakan pencegahan untuk melindungi kita dari tanda-tanda ancaman, seperti penyakit," kata Val Curtis, dari UK's London School of Hygiene and Tropical Medicine, seperti dilansir dari Newscientist, Senin (3/5/2010).

Ketika melihat hal-hal yang jorok maka tubuh akan merasa jijik sebagai respons gugup dari otak bahwa ada ancaman bakteri yang potensial jika tidak dihindari.

"Perasaan jijik muncul sebelum terjadi kontak dengan bakteri sehingga mencegah tubuh terkena infeksi, dan tubuh biasanya akan meresponsnya dengan muntah atau mual," kata Val Curtis seperti dilansir dari Medicalhypotheses.

Ketika perasaan jijik muncul, hormon yang paling terlibat menurut peneliti adalah serotonin (5-hydroxytryptamine, 5-HT) yang mengaitkan perasaan jijik untuk sistem kekebalan tubuh. Hormon ini juga menyebabkan seseorang yang merasa jijik akan muntah.

Seperti dilansir dari wellbeingandhealth.net, berikut empat alasan mengapa jijik itu baik, yaitu:

1. Jijik memperingatkan bahwa kita menelan sesuatu yang tidak sesuai dengan tubuh kita

Pada saat kita menelan sesuatu yang tidak sesuai dengan tubuh kita, biasanya tubuh akan memberikan reaksi mual. Sebagai contoh, ketika kita tidak suka dengan suatu makanan yang menjijikkan walaupun dengan mata tertutup, maka tubuh tetap akan memberi reaksi mual.

2. Jijik mengingatkan kita pada sesuatu yang berbahaya

Sesuatu yang berbahaya dan membawa penyakit juga dapat menimbulkan rasa jijik, seperti darah, feses atau bekas muntahan. "Jijik adalah respon evolusioner untuk barang berbahaya," kata Lance Workman, seorang psikolog di Cardiff University.

3. Jijik mengajarkan untuk bijaksana terhadap tubuh

Hal ini sering berupa reaksi fisik yang mengingatkan kita apa yang sedang terjadi dengan lingkungan sekitar. Biasanya sebagai refleksi bahwa kita harus menyadari alasan jijik dan akhirnya menghindari hal-hal tersebut. Itulah yang membuat kita lebih bijaksana terhadap tubuh.

4. Jijik merupakan motivator kuat untuk perubahan positif

Ketika kita menemukan sesuatu yang menjijikkan dan membuat mual, reaksi kita biasanya akan melakukan tindakan sederhana yaitu muntah, setelah itu menyingkirkan hal yang menjijikkan tersebut. Biasanya rasa jijik akan memotivasi kita untuk melakukan suatu perubahan yang cukup jelas.

Kita biasanya tahu apa yang kita tidak ingin lakukan lagi agar tidak mengalami kesulitan terlalu banyak. Jijik merupakan motivator kuat untuk perubahan positif.